PENGARUH MEMAAFKAN TERHADAP TINGKAT KEBAHAGIAAN PADA REMAJA
Keywords:
Memaafkan, Kebahagiaan, RemajaAbstract
Masa remaja merupakan masa yang sangat kompleks, tidak menutup kemungkinan pada masa ini remaja yang belum aman secara emosional akan mengalami banyak konflik dihidupnya baik dengan teman sebaya, keluarga, maupun dirinya sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sikap memaafkan terhadap tingkat kebahagiaan remaja. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Pengumpulan data Memaafkan menggunakan teori (McCullough, 2008) yang telah diadaptasi dalam penelitian (Putri, 2018) dengan nilai reliabilitas 0,737 dan pengumpulan data Kebahagiaan menggunakan teori (Seligman, 2005) dengan nilai reliabilitas 0,904. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan teknik Korelasi Pearson dan terungkap bahwa terdapat hubungan antara sikap memaafkan dan kebahagiaan remaja, dengan skor nilai r = 0,803 dan p = 0,000. Dapat dijelaskan bahwa semakin tinggi tingkat memaafkan maka semakin tinggi pula tingkat kebahagiaan remaja, dan sebaliknya semakin rendah tingka memaafkan maka semakin rendah pula kebahagiaan remaja.
References
Alentina, C. (2016). Memaafkan (Forgiveness) dalam Konflik Hubungan Persahabatan. Jurnal Ilmiah Psikologi Gunadarma, 168-174.
Hurlock, E. B. (2003). Psikologi perkembangan. Erlangga.
Nashori, F. (2021). Meningkatkan Kualitas Hidup dengan Pemaafan. Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 214-226.
Nay, J. H., & Taufik, R. (2021). Hipotesis Penelitian Kuantitatif. Jurnal Ilmu Administrasi, 96-102.
Nihayah, U., Putri, S. A., & Hidayah, R. (2021). Konsep Memaafkan dalam Psikologi Positif. Indonesian Journal of Counseling and Development, 108-119.
Putri, F. N. (2018). Kecenderungan Memaafkan Individu yang Pernah Dikhianati dalam Hubungan Romantis. Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling, 379-384.
Putro, K. Z. (2017). Memahami Ciri dan Tugas Perkembangan Masa Remaja. Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, 25-32.
Rahayu, T. P. (2016). Determinan Kebahagiaan Di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 149-170.
Seligman, M. E. (2005). Authentic Happiness: Menciptakan Kebahagiaan dengan Psikologi Positif.
Sintia, I., Pasarella, M. D., & Nohe, D. A. (2022). Perbandingan Tingkat Kosistensi Uji Distribusi Normalitas Pada Kasus tingkat Pengangguran di Jawa. Prosiding Seminar Nasional Matematika, Statistika, dan Aplikasinya, 322-333.
Susanto, R. S., & Hartini, N. (2022). Hubungan Antara Pemaafan dengan Kebahagiaan Pada Remaja Yang Memiliki Orang Tua Bercerai. Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan, 141-148.
Ulfa, R. (2021). Variabel Penelitian dalam Penelitian Pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Keislaman, 342-351.
Wahyuni, D. (2018). Urgensi Kelekatan Orang Tua-Remaja dalam Mencegah Perilaku Menyimpang pada Remaja. Jurnal Ilmiah Kesejahterahan Sosiak, 111-120.
Wijaya, H. O., & Mediriansyah. (2016). Perancangan Sistem Informasi Data Survei Sosial Ekonomi Daerah (Suseda) Berbasis Web Mobile. Jurnal Politeknik Caltex Riau, 137-148.
Wulandari, A. (2014). Karakteristik Pertumbuhan Perkembangan Remaja dan Implikasinya Terhadap Masalah Kesehatan dan Keperawatannya. Jurnal Keperawatan Anak, 39-43.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 IJBITH Indonesian Journal of Business Innovation, Technology and Humanities

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.





