Literature Review : Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Takbenda yang diakui UNESCO (Studi Kualitatif Deskriptif)
DOI:
https://doi.org/10.69718/ijesm.v3i4.517Keywords:
Literature Review, Pencak Silat, Warisan Budaya, UNESCO, Studi KualitatifAbstract
Pencak silat merupakan salah satu warisan budaya takbenda Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO. Pengakuan ini menempatkan pencak silat tidak hanya sebagai praktik bela diri tradisional, tetapi juga sebagai representasi nilai, pengetahuan, dan identitas budaya bangsa. Namun demikian, keberlanjutan pencak silat sebagai warisan budaya menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait keterbatasan data dan lemahnya sistem inventarisasi kelembagaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran inventarisasi sebagai strategi keberlanjutan warisan budaya takbenda melalui tinjauan literatur pada pencak silat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah artikel jurnal nasional dan internasional, dokumen UNESCO, serta publikasi kebijakan terkait warisan budaya takbenda. Hasil kajian menunjukkan bahwa inventarisasi merupakan fondasi utama dalam pengelolaan warisan budaya karena berfungsi sebagai basis data, instrumen pengambilan kebijakan, serta sarana penguatan kelembagaan komunitas budaya. Studi ini menyimpulkan bahwa inventarisasi pencak silat perlu dilakukan secara sistematis dan berbasis wilayah sebagai langkah awal pengembangan database nasional guna mendukung keberlanjutan warisan budaya takbenda Indonesia.
References
Alivizatou, M. (2021). Digital Intangible Heritage: Inventories, Virtual Learning and Participation. Heritage & Society. https://doi.org/10.1080/2159032X.2021.1883950
Gökbulut, B., & Yeniasır, M. (2025). The impact of the sustainability of intangible cultural heritage elements (ICH) and the awareness of the Ministry of Culture personnel on the safeguarding and sustainability of cultural heritage. Heritage, 8(4), 138. https://doi.org/10.3390/heritage8040138
Irfaniah, H. (2025). Preserving Silat Sutera Baja as an intangible cultural heritage through knowledge transfer. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 27(1), 20–26. https://doi.org/10.25077/jantro.v27.n1.p20-26.2025
Mahoney, S. (2018). Diplomasi kebudayaan Indonesia dalam proses pengusulan Pencak Silat sebagai warisan budaya takbenda UNESCO. Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi, 8(1). https://doi.org/10.34010/jipsi.v8i1.876
Rachman, J. B., Adityani, S., & Novalini, M. R. (2025). Sosialisasi pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya dan soft power Indonesia. Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 17(2). https://doi.org/10.20414/transformasi.v17i2.3999
Sari, Y. A., & Virgy, M. A. (2025). Pemberdayaan masyarakat adat melalui literasi digital: Melindungi warisan budaya takbenda. Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi, 8(2). https://doi.org/10.56873/jimik.v8i2.472
Widiawati, P., Hanief, Y. N., Erdilanita, U., & Aprilyanto, A. B. (2025). Upaya melestarikan budaya Indonesia melalui seni pencak silat. Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), 8(1), 215–228. https://doi.org/10.33474/jipemas.v8i1.22684
Lisyawati, E., Khairunisa, R. O., & Tutti, A. (2025). Pelestarian warisan budaya nasional pencak silat melalui kegiatan ekstra-kurikuler sekolah. EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies, 5(2), 669–684. https://doi.org/10.47467/edu.v5i2.7155
Hariri, A. (2024). Digitalization of intangible cultural heritage (ICH) archives as legal protection of intellectual property rights. Khizanah al-Hikmah: Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan, 9(2a7). https://doi.org/10.24252/kah.v9i2a7
Ye, W., Zheng, T., Qi, Y., Zhao, W., & Xie, X. (2025). ICH-Qwen: A large language model towards Chinese intangible cultural heritage. arXiv. https://doi.org/10.48550/arXiv.2505.23831
Li, J. (2023). Research on digital display of intangible cultural heritage. Journal of Education, Humanities and Social Sciences, 8, 54–61. https://doi.org/10.54097/ehss.v8i.4224
UNESCO. (2003). Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage. Paris: UNESCO.
UNESCO. (2011). Guidance Note on Inventorying Intangible Cultural Heritage. UNESCO.
Blake, J. (2006). Participation and intangible cultural heritage. ICCROM/IUCN (Discussion of UNESCO Convention Article 15).
Smith, L., & Akagawa, N. (2009). Intangible heritage. Routledge. (Buku penting tentang teori heritage)
Sebastiani, A. (2024). Creating value from intangible cultural heritage—the role of heritage in sustainable rural development. European Journal of Cultural Management and Policy, 14. https://doi.org/10.3389/ejcmp.2024.12057
Myers, D. (2016). Heritage inventories: promoting effectiveness as a vital tool for sustainable heritage management. Getty Conservation Institute.
Li, J. (2023). Research on digital intangible heritage display and preservation. Journal of Education, Humanities and Social Sciences, 8, 54–61. https://doi.org/10.54097/ehss.v8i.4224
Syarif, V. D. P. (2025). Pelestarian tradisi lisan melalui tarian kreasi baru: Kajian intangible cultural heritage. Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 IJESM Indonesian Journal of Economics and Strategic Management

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.













